Belajar dari Alam Sekitar
Kegiatan dimulai dengan pengamatan langsung di kebun sekolah. Anak-anak membawa kaca pembesar sederhana untuk melihat detail serangga yang hinggap di daun. Ada yang berteriak gembira menemukan belalang, ada pula yang tekun mengamati barisan semut di tanah.
Setelah itu, mereka menanam biji kacang hijau di pot daur ulang. Guru mendorong mereka untuk mencatat bentuk, warna, dan ukuran biji sebelum ditanam. Anak-anak juga diajak berdiskusi tentang apa yang dibutuhkan agar tanaman bisa tumbuh: tanah, air, cahaya, dan kasih sayang.
Dari Kebun ke Dunia Digital
Siang harinya, pembelajaran berlanjut ke ruang literasi digital. Anak-anak memotret hasil pengamatan mereka—belalang di daun, biji yang baru ditanam—dengan tablet sekolah. Mereka lalu mencoba membuat kolase digital dari foto-foto tersebut menggunakan aplikasi menggambar sederhana.
Tidak berhenti di situ, guru memperkenalkan cara mencari gambar sederhana di internet, misalnya tentang daur hidup kupu-kupu. Anak-anak belajar membandingkan gambar digital dengan yang mereka lihat langsung di kebun, sehingga rasa ingin tahu mereka semakin terasah.
Buku Harian Alam Digital
Sebagai penutup, anak-anak menulis di “Buku Harian Alam Digital”. Ada yang menuliskan kalimat sederhana seperti, “Hari ini aku melihat belalang lompat tinggi.” Ada juga yang menambahkan foto hasil pengamatan, bahkan merekam suara mereka saat membaca catatan tersebut.
Hasil karya ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga jejak perjalanan belajar mereka—sebuah cerita kecil tentang bagaimana anak-anak mengenali lingkungannya sambil berlatih literasi digital.
Harmoni antara Bumi dan Teknologi
Di Harmoni Lentera Bumi, pembelajaran bukan hanya soal menghafal materi, tetapi tentang pengalaman hidup. Anak-anak belajar dengan kepala, hati, dan tangan mereka sekaligus. Alam menjadi ruang eksplorasi, sementara teknologi menjadi alat dokumentasi dan ekspresi.
Keseimbangan ini adalah kunci. Anak-anak diajak untuk tetap mencintai bumi dengan segala keajaibannya, sekaligus bersahabat dengan teknologi yang akan mereka butuhkan di masa depan.

0 Komentar